Hebat! Warga Desa Cilingga masih melestarikan Budaya Seni Sunda!
Akar budaya bangsa yang kuat dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan bangsa, salah satunya melalui seni bela diri yaitu pencak silat tradisional pasundan yang merupakan hasil cipta leluhur bangsa dan masih eksis sampai sekarang. Dalam pelaksanaan Bhakti Karya Praja di Desa Cilingga, praja IPDN dikenalkan dengan budaya yang masih terus dilestarikan di Desa Cilingga. Pada hari Sabtu, 9 September 2023, praja IPDN diajak untuk mengunjungi Padepokan Pencak Silat Lingga Budaya Desa Cilingga. Dalam kunjungan tersebut, warga desa terutama anak-anak yang tergabung dalam grup pencak silat menampilkan kelihaian mereka dalam seni bela diri sunda. Padepokan ini sudah ada sejak kurang lebih 30 tahun yang lalu dan masih eksis sampai sekarang karena sifatnya yang turun temurun. Tak hanya laki-laki saja yang tergabung dalam pencak silat ini, melainkan perempuan juga dan rata-rata diikuti oleh anak-anak mulai dari usia 7 tahun sampai dengan usia dewasa. Mereka dilatih oleh pelatih senior setiap akhir pekan yaitu malam sabtu dan malam minggu. Seni bela diri ini terus dilestarikan dengan tujuan untuk menjaga nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Kesenian ini mengandung dua unsur seni yang tidak dapat dipisahkan yaitu seni tari (ibing/gerak), dan seni musik. Seni Ibing pencak silat adalah salah satu kesenian khas Jawa Barat dimana ada tiga jenis ibingan yaitu ibingan tepak dua, ibingan tepak tilu dan ibingan padungdung. Tiga jenis ibingan tersebut juga dilatihkan secara bertahap oleh pelatih silat Padepokan Lingga Budaya. Kelihaian mereka dalam seni bela diri ini sering ditampilkan pada acara-acara internal Desa Cilingga, namun tak jarang juga mereka diundang untuk mengisi hiburan pada acara-acara besar dari luar Desa Cilingga.